UMKM Melek Digital dan Go Ekspor: Begini Cara Biar Bisnis Lo Naik Level ke Pasar Dunia!

UMKM Melek Digital dan Go Ekspor: Begini Cara Biar Bisnis Lo Naik Level ke Pasar Dunia!

  • September 23, 2025
  • |
  • Oleh Tim Axeel

Lo punya usaha kecil atau UMKM tapi masih bingung gimana cara bawa produk lo ke pasar internasional? Chill, bro! Di era serba digital sekarang, peluang buat UMKM go ekspor itu gede banget. Bahkan, banyak pelaku usaha lokal yang awalnya cuma jualan di kampung sendiri, sekarang udah bisa kirim barang sampai ke Eropa, Amerika, bahkan Timur Tengah. Kuncinya? Melek digital! Nah, biar bisnis lo juga bisa tembus pasar dunia, yuk kita bahas step by step cara UMKM melek digital dan go ekspor dengan gaya yang fun dan anti ribet.

 

Kenapa UMKM Harus Melek Digital?

Pertama-tama, lo harus paham dulu kenapa digitalisasi itu penting. Dulu, jualan cuma mengandalkan toko fisik, brosur, atau mulut ke mulut. Sekarang? Semua orang pegang smartphone. Mau beli makanan, baju, skincare, sampai barang elektronik, tinggal klik dan beres.

Kalau lo masih ngandelin cara lama, siap-siap ditinggalin kompetitor. Dengan melek digital, lo bisa:

  • Jangkau pasar lebih luas – Dari Solo bisa jualan ke Jakarta, dari Jakarta bisa kirim ke Singapura.
  • Branding lebih gampang – Media sosial, website, dan marketplace bikin produk lo gampang dikenal orang.
  • Operasional lebih efisien – Pencatatan, pembayaran, dan promosi semua bisa online.

Intinya, digitalisasi itu bukan cuma soal ikut tren, tapi cara buat bertahan dan berkembang.

 

Langkah 1: Kenali Potensi Produk Lo

Sebelum mikirin ekspor, cek dulu apakah produk lo layak buat pasar global. Pertanyaan yang harus lo jawab:

  • Apakah produk lo punya keunikan? (Misal batik khas Solo, keripik tempe, atau kopi lokal.)
  • Apakah kualitasnya bisa standar internasional? (Dari rasa, kemasan, sampai legalitas.)
  • Apakah produk lo bisa bertahan lama? (Penting banget buat barang yang dikirim jauh.)

Kalau jawabannya “ya”, berarti produk lo udah punya modal buat go internasional. Tapi kalau masih ada yang kurang, nggak masalah. Lo bisa upgrade kualitas pelan-pelan sambil belajar.

 

Langkah 2: Digitalisasi dari Hal Sederhana

Melek digital nggak harus langsung bikin website mahal. Mulai dari yang gampang dulu:

  • Media sosial: Buat akun bisnis di Instagram, TikTok, atau Facebook. Upload foto/video produk lo dengan kualitas oke. Kasih caption yang menarik, jangan kaku.
  • Marketplace: Daftar di platform kayak Shopee, Tokopedia, Lazada, atau bahkan Etsy kalau mau nyasar pasar luar.
  • Google My Business: Biar usaha lo gampang ditemukan di Google Maps dan pencarian lokal.

Kuncinya adalah konsisten. Konten lo harus rutin di-update, interaksi sama customer harus ramah, dan selalu kasih info jelas soal produk.

 

Langkah 3: Upgrade ke Level Pro

Kalau udah mulai stabil, saatnya naik level. Lo bisa:

  • Bikin website resmi – Ini bikin bisnis lo keliatan lebih profesional dan kredibel. Website juga bisa jadi katalog online buat pembeli luar negeri.
  • Pakai sistem pembayaran internasional – Misalnya PayPal, Stripe, atau integrasi kartu kredit.
  • Gunakan iklan digital – Facebook Ads, Instagram Ads, dan Google Ads bisa bantu promosi produk lo sampai ke luar negeri dengan target market yang lebih presisi.

Dengan langkah ini, bisnis lo bakal keliatan lebih siap buat ekspor.

 

Langkah 4: Belajar Proses Ekspor

Nah, kalau urusan digital udah aman, sekarang saatnya fokus ke cara ekspor. Jangan keburu pusing dulu, bro. Banyak lembaga dan komunitas yang siap bantu UMKM buat masuk pasar global. Hal yang harus lo pelajari:

  • Legalitas produk: Pastikan produk lo punya izin edar, sertifikat halal (kalau perlu), dan standar kesehatan yang diakui internasional.
  • Peraturan negara tujuan: Tiap negara punya aturan sendiri soal impor barang. Cari tahu dulu biar nggak kena masalah di bea cukai.
  • Jasa pengiriman internasional: Pilih ekspedisi yang terpercaya, kayak DHL, FedEx, atau jasa logistik lokal yang punya layanan ekspor.

Banyak pemerintah daerah dan kementerian (kayak Kementerian Perdagangan atau Bea Cukai) juga sering ngadain pelatihan ekspor gratis. Jangan malu buat ikut, karena info dan relasi itu penting banget.

 

Langkah 5: Manfaatin Program Pemerintah dan Komunitas

Pemerintah Indonesia sekarang lagi gencar dorong UMKM buat go ekspor. Ada program pendampingan, pelatihan, sampai bantuan biaya promosi. Misalnya:

  • Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) buat promosi produk lokal.
  • Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) buat pameran produk di luar negeri.
  • Program Ekspor UMKM dari Kementerian Perdagangan.

Selain itu, lo juga bisa gabung ke komunitas pebisnis digital atau UMKM di kota lo. Di sana, lo bisa sharing pengalaman, dapet info event, bahkan ketemu partner bisnis baru.

 

Tips Anti Gagal Buat UMKM Go Digital & Ekspor

Biar perjalanan lo mulus, catet tips ini:

  1. Fokus ke kualitas – Jangan cuma kejar kuantitas. Pembeli luar negeri lebih peduli sama kualitas produk.
  2. Bangun brand yang kuat – Nama, logo, dan cerita brand lo harus menarik. Ceritain asal-usul produk lo biar beda dari kompetitor.
  3. Siap adaptasi – Pasar luar negeri punya selera beda. Lo mungkin harus menyesuaikan kemasan, rasa, atau strategi promosi.
  4. Rajin belajar – Dunia digital dan ekspor selalu berubah. Ikutin tren dan update ilmu terus.

 

Contoh UMKM Lokal yang Sukses Go Global

Biar makin semangat, nih beberapa contoh UMKM Indonesia yang berhasil tembus pasar dunia:

  • Kopi Gayo Aceh – Kopi lokal yang udah terkenal sampai ke Eropa dan Amerika.
  • Batik Solo & Pekalongan – Banyak banget yang udah ekspor ke Jepang, Korea, bahkan Afrika.
  • Kerajinan Rotan Cirebon – Jadi favorit di pasar Eropa karena desainnya unik dan eco-friendly.

Mereka semua mulai dari skala kecil, tapi berhasil berkembang karena berani go digital dan belajar proses ekspor.

 

Saatnya UMKM Lo Naik Kelas

Zaman sekarang, batasan wilayah udah nggak jadi masalah. Selama lo punya produk yang oke, mau belajar, dan berani digitalisasi, peluang buat ekspor itu terbuka lebar. Melek digital bukan cuma soal paham teknologi, tapi juga soal mindset buat terus berkembang dan berani ambil peluang.

Jadi, buat lo para pelaku UMKM, jangan tunggu sampai kompetitor lo lebih dulu ekspor baru lo gerak. Mulai dari sekarang, digitalisasi usaha lo, upgrade kualitas produk, dan pelajari cara ekspor. Siapa tahu, beberapa tahun lagi produk lo udah jadi favorit orang-orang di Paris, Tokyo, atau New York.

Ingat, bro dan sis, dunia sekarang nggak lagi nanya “dari mana asal produk lo?”, tapi “apa yang bikin produk lo beda dan layak dibeli?”. Jadi, waktunya lo buktikan kalau UMKM Indonesia bisa mendunia!