Perbedaan Digital Marketing dan Social Media Marketing Dalam Bisnis: Jangan Salah Kaprah, Bro!

Perbedaan Digital Marketing dan Social Media Marketing Dalam Bisnis: Jangan Salah Kaprah, Bro!

  • September 23, 2025
  • |
  • Oleh Tim Axeel

Di era sekarang, hampir semua bisnis pasti punya jejak online. Mulai dari brand kecil sampe perusahaan gede, semuanya berlomba-lomba biar keliatan keren di dunia digital. Tapi, banyak banget orang yang masih bingung antara Digital Marketing sama Social Media Marketing.
Padahal, dua istilah ini punya fungsi beda walau sama-sama mainnya di ranah online.
Nah, biar lo nggak lagi nyampur-nyampurin, yuk kita kupas tuntas perbedaannya dengan gaya santai ala Gen Z.

 

Apa Beda Digital Marketing dan Social Media Marketing?

 

1. Digital Marketing itu Payung Besar, Social Media Marketing Cuma Salah Satu Bagiannya

Bayangin Digital Marketing itu kayak universe-nya, sementara Social Media Marketing itu cuma salah satu planet di dalamnya.
Digital Marketing mencakup semua aktivitas marketing yang dilakukan lewat media digital. Jadi bukan cuma lewat Instagram atau TikTok aja, tapi juga bisa lewat website, email, iklan berbayar, bahkan mesin pencari kayak Google.

Sementara itu, Social Media Marketing fokusnya lebih sempit: cuma main di platform media sosial kayak Instagram, TikTok, Facebook, Twitter/X, LinkedIn, atau YouTube.
Jadi, kalau lo ngiklan di Google Ads atau ngirim email promosi ke pelanggan, itu udah termasuk Digital Marketing tapi bukan Social Media Marketing.

 

2. Channel yang Dipakai: Digital Marketing Lebih Luas

Perbedaan paling gampang diliat ada di media yang dipake:

  • Digital Marketing: Website, Email, Search Engine (SEO/SEM), Online Ads (Google Ads, Display Ads), Marketplace, bahkan aplikasi mobile.
  • Social Media Marketing: Instagram, TikTok, Facebook, LinkedIn, Twitter/X, Pinterest, dan platform medsos lainnya.

Intinya, semua Social Media Marketing otomatis masuk ke Digital Marketing, tapi nggak semua Digital Marketing bisa disebut Social Media Marketing.

 

3. Tujuan Utama: Awareness vs Penjualan

Digital Marketing biasanya punya tujuan lebih luas. Misalnya:

  • Brand Awareness (biar orang kenal brand lo),
  • Lead Generation (dapet data calon customer),
  • Conversion (bikin orang beli produk lo).

Social Media Marketing lebih fokus ke engagement: bikin orang like, comment, share, atau follow akun brand lo.
Emang bisa jualan juga, tapi fokus utamanya lebih ke interaksi langsung sama audiens.

 

4. Strategi yang Dipakai

Karena Digital Marketing lebih luas, strateginya juga macem-macem. Beberapa contoh:

  • SEO (Search Engine Optimization): Biar website lo nangkring di halaman pertama Google.
  • SEM (Search Engine Marketing): Ngiklan di Google biar nongol pas orang nyari produk lo.
  • Email Marketing: Kirim newsletter atau promo ke email pelanggan.
  • Content Marketing: Bikin artikel, video, atau podcast buat narik audiens.

Sementara Social Media Marketing fokusnya ke bikin konten medsos yang menarik, kayak:

  • Posting rutin di Instagram/TikTok,
  • Bikin konten viral (challenge, meme, reels),
  • Live streaming buat promosi,
  • Kerjasama sama influencer.

Jadi kalau lo liat brand yang tiap minggu update blog di website mereka, itu Digital Marketing. Tapi kalau mereka bikin video lucu di TikTok? Itu Social Media Marketing.

 

5. Target Audience: Siapa Aja vs Komunitas Sosmed

Digital Marketing bisa ngejar target audience yang super spesifik. Misal, lo jual produk skincare untuk cowok usia 25–35 tahun yang tinggal di Jakarta dan suka olahraga. Lo bisa pasang Google Ads yang cuma muncul di depan orang dengan kriteria itu.
Social Media Marketing juga bisa targeting, tapi lingkupnya terbatas sama user yang aktif di platform tertentu. Misalnya, lo cuma bisa nyasar orang yang aktif di TikTok atau Instagram.
Kalau target lo jarang main medsos tapi sering browsing Google, Social Media Marketing doang bakal kurang efektif.

 

6. Tools dan Analitik yang Digunakan

Digital Marketing pake tools yang lebih beragam:

  • Google Analytics buat ngelacak traffic website,
  • Google Ads Dashboard buat liat performa iklan,
  • Mailchimp buat email marketing.

Social Media Marketing lebih fokus ke analitik medsos:

  • Instagram Insight, TikTok Analytics, Facebook Business Suite.
    Data yang diliat juga beda. Digital Marketing liat CTR (Click Through Rate), Conversion Rate, Bounce Rate. Social Media Marketing lebih liat engagement rate, reach, impressions.

 

7. Biaya: Tergantung Channel

Bicara soal duit, Digital Marketing biasanya butuh budget lebih variatif karena channel-nya banyak. Misalnya lo pasang Google Ads, bayar hosting website, dan hire SEO specialist.
Social Media Marketing bisa lebih hemat kalau lo kreatif. Banyak brand yang sukses cuma modal bikin konten organik yang rame di medsos tanpa bayar iklan. Tapi kalau lo mau main iklan di Instagram/Facebook Ads, ya tetep butuh budget juga.

 

8. Kecepatan Hasil

Social Media Marketing bisa kasih hasil instan. Misalnya lo bikin campaign TikTok yang viral, dalam hitungan jam followers dan penjualan bisa langsung meledak.
Digital Marketing, khususnya SEO, biasanya butuh waktu. Nge-boost website biar nangkring di Google bisa makan waktu berbulan-bulan. Tapi, hasilnya lebih tahan lama dibanding viral medsos yang bisa turun dalam beberapa hari.

 

9. Contoh Kasus Biar Lebih Kebayang

  • Digital Marketing:
    Lo punya restoran di Surakarta dan pengen orang gampang nemuin lo di Google. Lo hire tim buat bikin website, pasang Google My Business, dan ngiklan di Google Ads. Hasilnya? Orang yang nyari “restoran enak di Solo” bisa langsung nemuin tempat lo.
  • Social Media Marketing:
    Lo collab sama food vlogger buat review menu baru di Instagram. Videonya viral, banyak yang penasaran dateng ke resto lo.

Dua-duanya efektif, tapi cara mainnya beda.

 

10. Mana yang Lebih Penting Buat Bisnis Lo?

Jawabannya: tergantung kebutuhan.
Kalau lo butuh traffic website jangka panjang dan mau ningkatin penjualan online, Digital Marketing wajib banget.
Kalau lo pengen brand lo cepet dikenal dan engage sama anak muda, Social Media Marketing bisa jadi pilihan utama.
Tapi yang paling oke adalah kombinasi keduanya. Pake Social Media buat dapet awareness, terus arahkan traffic ke website buat dapet penjualan yang lebih stabil.

 

Tips Buat Bisnis Biar Nggak Salah Strategi

  1. Kenali Target Market: Tau dulu audiens lo aktifnya di mana.
  2. Bikin Website: Mau main medsos aja oke, tapi website bikin brand lo keliatan lebih profesional.
  3. Konsisten Konten: Mau main Digital Marketing atau Social Media, konsistensi adalah kunci.
  4. Analisa Data: Jangan cuma upload konten, tapi pantau hasilnya biar tau apa yang efektif.

 

Digital Marketing dan Social Media

Digital Marketing dan Social Media Marketing itu beda tapi saling melengkapi. Digital Marketing adalah strategi besar yang melibatkan semua platform digital, sementara Social Media Marketing fokus di platform medsos buat ningkatin engagement.
Kalau lo bisnis owner yang pengen growth jangka panjang, jangan cuma bergantung sama satu cara. Gabungkan keduanya biar brand lo nggak cuma viral sesaat, tapi juga punya pondasi kuat buat terus berkembang.

Jadi, next time ada yang bilang “Digital Marketing itu sama kayak Social Media Marketing,” lo bisa senyum dan jawab: “Nggak bro, Social Media itu cuma bagian kecilnya!”