Mengenal CTA, CTM, dan CRM dalam Dunia Bisnis Modern

Mengenal CTA, CTM, dan CRM dalam Dunia Bisnis Modern

  • September 10, 2025
  • |
  • Oleh Tim Axeel

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, istilah-istilah baru bermunculan sebagai bagian dari strategi pemasaran maupun manajemen pelanggan. Tiga istilah yang cukup populer dan sering digunakan adalah CTA (Call to Action), CTM (Call Tracking Metrics/Call to Me), dan CRM (Customer Relationship Management).

Meski sekilas terdengar mirip, ketiganya memiliki peran yang berbeda namun saling berkaitan erat dalam meningkatkan efektivitas bisnis, terutama di era digital saat ini. Artikel ini akan membahas secara detail apa yang dimaksud dengan CTA, CTM, dan CRM, mengapa penting bagi bisnis, serta bagaimana implementasinya untuk meningkatkan produktivitas dan penjualan.

Apa Itu CTA (Call to Action)?

Call to Action (CTA) adalah elemen dalam strategi pemasaran yang bertujuan untuk mengarahkan audiens melakukan tindakan tertentu. CTA biasanya berupa teks, tombol, tautan, atau visual yang mendorong calon pelanggan agar segera melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan bisnis.

Contoh sederhana CTA yang sering kita jumpai antara lain:

  • Tombol “Beli Sekarang” di website e-commerce.
  • Teks “Daftar Gratis Hari Ini” pada landing page.
  • Ajakan “Hubungi Kami untuk Konsultasi” di brosur digital.

     

Fungsi CTA dalam Bisnis:

  1. Meningkatkan Konversi
    CTA yang efektif mampu mengubah pengunjung pasif menjadi pelanggan aktif.
  2. Mengukur Efektivitas Kampanye
    Melalui CTA, perusahaan dapat mengetahui seberapa banyak orang yang tertarik dengan penawaran tertentu.
  3. Menggerakkan Audiens ke Funnel Berikutnya
    CTA membantu mengarahkan audiens dari tahap awareness (sadar produk) ke consideration (mempertimbangkan), hingga akhirnya purchase (membeli).

     

Strategi Membuat CTA yang Efektif:

  • Gunakan kata kerja yang kuat seperti “Coba”, “Mulai”, atau “Dapatkan”.
  • Berikan kesan urgensi: “Promo Terbatas Hari Ini”.
  • Buat desain yang menonjol agar mudah terlihat.
  • Sesuaikan dengan target pasar.

 

Apa Itu CTM (Call Tracking Metrics / Call to Me)?

CTM memiliki beberapa interpretasi dalam dunia bisnis. Umumnya, CTM merujuk pada Call Tracking Metrics, sebuah metode untuk melacak dan menganalisis panggilan telepon dari calon pelanggan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Namun ada juga yang menyebut CTM sebagai Call to Me, yakni ajakan langsung untuk menghubungi perusahaan.

Di era digital, banyak konsumen masih lebih nyaman berkomunikasi lewat telepon, terutama untuk produk bernilai tinggi seperti properti, otomotif, dan layanan profesional. CTM membantu perusahaan memahami dari mana asal panggilan tersebut (iklan online, brosur, atau media sosial), sehingga perusahaan bisa menilai efektivitas kanal pemasaran.

 

Fungsi CTM dalam Bisnis:

  1. Mengukur ROI Iklan
    Dengan mengetahui dari iklan mana panggilan berasal, perusahaan bisa mengevaluasi anggaran pemasaran.
  2. Meningkatkan Kualitas Layanan Pelanggan
    CTM biasanya dilengkapi fitur rekaman percakapan yang berguna untuk melatih tim sales agar lebih efektif.
  3. Memahami Perilaku Konsumen
    Analisis data panggilan membantu bisnis memahami waktu terbaik calon pelanggan menghubungi dan jenis pertanyaan yang paling sering diajukan.

Contoh Implementasi CTM:

  • Perusahaan properti menggunakan nomor telepon unik untuk setiap iklan digital. Ketika ada calon pembeli menelpon, perusahaan tahu iklan mana yang paling efektif.
  • Startup layanan kesehatan melacak panggilan dari iklan Google Ads untuk melihat berapa banyak pasien baru yang datang dari kampanye tersebut.

 

Apa Itu CRM (Customer Relationship Management)?

Customer Relationship Management (CRM) adalah sistem atau strategi yang digunakan perusahaan untuk mengelola hubungan dengan pelanggan. CRM tidak hanya berbentuk software, tetapi juga mencakup filosofi bagaimana sebuah bisnis menjaga interaksi dengan pelanggan.

Software CRM modern biasanya mencakup fitur:

  • Penyimpanan data pelanggan.
  • Riwayat interaksi dan pembelian.
  • Manajemen pipeline penjualan.
  • Analisis perilaku pelanggan.
  • Otomatisasi email marketing.

 

Fungsi CRM dalam Bisnis:

  1. Meningkatkan Retensi Pelanggan
    CRM membantu bisnis memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan layanan personal, sehingga pelanggan lebih loyal.
  2. Efisiensi Operasional
    Semua data pelanggan tersimpan rapi dalam satu sistem, memudahkan tim sales, marketing, dan customer service berkolaborasi.
  3. Meningkatkan Penjualan
    Dengan analisis data pelanggan, bisnis bisa menawarkan produk yang sesuai kebutuhan, sehingga potensi penjualan meningkat.
  4. Meningkatkan Pengalaman Pelanggan
    CRM mempermudah follow-up, pengingat jadwal, dan komunikasi, sehingga pelanggan merasa dihargai.

 

Hubungan antara CTA, CTM, dan CRM

Meskipun berbeda fungsi, CTA, CTM, dan CRM saling terkait dalam siklus bisnis modern.

  • CTA bertugas menarik perhatian audiens dan mengarahkan mereka melakukan tindakan.
  • CTM membantu melacak dan menganalisis efektivitas interaksi yang dihasilkan dari CTA, terutama panggilan telepon.
  • CRM menyimpan data pelanggan dari hasil interaksi CTA dan CTM, lalu menggunakannya untuk meningkatkan layanan dan strategi bisnis ke depan.

Contoh Alur Penggunaan:

  1. Sebuah perusahaan menampilkan CTA “Hubungi Kami untuk Konsultasi Gratis” di website.
  2. Pengunjung mengklik CTA lalu melakukan panggilan telepon yang dilacak oleh sistem CTM.
  3. Data panggilan masuk otomatis tercatat di CRM, termasuk nama pelanggan, nomor telepon, dan kebutuhan.
  4. Tim sales melakukan follow-up berdasarkan informasi di CRM dan berhasil menutup penjualan.

Dengan alur ini, bisnis dapat memastikan strategi pemasaran berjalan efektif dan semua interaksi pelanggan tercatat rapi.

 

Pentingnya Menerapkan CTA, CTM, dan CRM untuk Bisnis

  1. Meningkatkan Konversi Penjualan
    Perusahaan dapat menargetkan calon pelanggan dengan lebih tepat melalui CTA, memantau respons lewat CTM, lalu mengelola hubungan jangka panjang menggunakan CRM.
  2. Efisiensi Anggaran Pemasaran
    CTM membantu mengidentifikasi iklan mana yang paling menghasilkan, sehingga biaya bisa dialokasikan dengan lebih efektif.
  3. Pelanggan Lebih Puas dan Loyal
    CRM memungkinkan perusahaan memberikan pengalaman yang lebih personal, sehingga pelanggan merasa dihargai.
  4. Bisnis Lebih Kompetitif
    Integrasi CTA, CTM, dan CRM membuat bisnis lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar dan lebih siap bersaing.

 

Istilah Penting dalam Bisnis

Dalam dunia bisnis modern, CTA, CTM, dan CRM bukan sekadar istilah, tetapi strategi yang harus diterapkan secara terintegrasi.

  • CTA (Call to Action) berfungsi menarik perhatian dan mendorong tindakan pelanggan.
  • CTM (Call Tracking Metrics / Call to Me) membantu mengukur efektivitas panggilan dan interaksi pelanggan.
  • CRM (Customer Relationship Management) menjaga hubungan jangka panjang agar pelanggan loyal dan terus memberikan kontribusi pada pertumbuhan bisnis.

Dengan memahami dan menerapkan ketiga konsep ini, perusahaan dapat meningkatkan efektivitas pemasaran, efisiensi operasional, serta memperkuat hubungan dengan pelanggan. Pada akhirnya, kombinasi CTA, CTM, dan CRM akan membawa bisnis ke level yang lebih tinggi dan lebih berkelanjutan.