Kenapa Bisnis Lokal Perlu Go Digital di 2025? (Analisis di Kota Surakarta)

Kenapa Bisnis Lokal Perlu Go Digital di 2025? (Analisis di Kota Surakarta)

  • October 28, 2025
  • |
  • Oleh Tim Axeel

Tahun 2025 bukan lagi soal “siapa yang paling besar”, tapi siapa yang paling cepat beradaptasi. Dunia digital udah bukan sekadar tren, tapi kebutuhan utama semua bisnis — termasuk bisnis lokal di Kota Surakarta. Dari warung kopi, butik batik, sampai usaha jasa kreatif, semuanya udah mulai sadar: kalau nggak digital, ya bakal ketinggalan.

Kota Surakarta atau yang akrab disebut Solo, dikenal sebagai kota budaya, tapi juga kota yang pelan-pelan berubah jadi pusat pertumbuhan digital dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah. Nah, di artikel ini kita bakal bahas secara mendalam:
kenapa bisnis lokal Solo wajib banget go digital di 2025, apa aja tantangannya, dan gimana Axeel Technology bantu pelaku usaha buat naik kelas.

 

1. Ekonomi Surakarta Lagi Naik — Tapi Kompetisinya Juga Ketat

Selama lima tahun terakhir, Surakarta udah jadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi paling stabil di Jawa Tengah. Banyak faktor yang berpengaruh — mulai dari peningkatan sektor pariwisata, kreatif, hingga UMKM.

Tapi di sisi lain, kompetisi juga makin ketat.
UMKM di Solo tumbuh cepat, dan hampir semuanya jualan produk serupa: fashion, kuliner, jasa, kerajinan, dan digital service. Kalau semua jualan hal yang sama, pertanyaannya jadi satu: apa yang bikin bisnis kamu beda dan kelihatan di mata orang?

Jawabannya: digital presence.
Bisnis yang aktif secara digital — punya website, muncul di Google, dan rajin posting konten relevan — jauh lebih mudah dapet perhatian dibanding yang cuma ngandelin toko fisik atau mulut ke mulut.

 

2. Perilaku Konsumen Solo Udah Berubah

Kalau dulu orang Solo beli sesuatu dengan datang langsung ke toko, sekarang 80% di antaranya nyari dulu di internet. Entah itu lewat Google, marketplace, atau media sosial kayak Instagram dan TikTok.

Bayangin aja, kamu punya toko baju di Jalan Slamet Riyadi. Kalau nggak muncul di Google Maps, nggak punya katalog online, dan nggak aktif di Instagram, kemungkinan besar calon pembeli malah mampir ke kompetitor yang lebih mudah ditemukan online.

Data dari riset lokal juga menunjukkan:

  • 7 dari 10 anak muda Surakarta memilih produk yang punya identitas digital jelas.
  • 65% konsumen Solo ngaku lebih percaya sama brand yang punya website profesional dan konten aktif.

Nah, di sinilah pentingnya digitalisasi — bukan cuma buat kelihatan keren, tapi buat membangun kepercayaan dan kredibilitas bisnis kamu.

 

3. Go Digital = Buka Pasar Lebih Luas

Banyak bisnis lokal di Surakarta masih berpikir, “targetku ya orang sekitar sini aja.” Padahal dengan digitalisasi, pasar kamu bisa tembus nasional bahkan global.

Contoh nyata:
Ada pengrajin batik di Laweyan yang awalnya cuma jual offline. Setelah dibantu tim Axeel Technology bikin website dan optimasi SEO lokal, mereka mulai dapet pesanan dari luar Jawa bahkan luar negeri.
Dari yang tadinya pelanggan cuma orang sekitar, sekarang bisa kirim produk ke Bali, Jakarta, bahkan Malaysia.

Itulah kekuatan go digital — memperluas jangkauan tanpa harus buka cabang fisik.

 

4. Tahun 2025: Semua Serba Cepat, Siapa Telat Ya Ketinggalan

Tahun 2025 bakal jadi masa di mana teknologi makin menyatu sama kehidupan sehari-hari.
AI (Artificial Intelligence), sistem otomasi, dan strategi berbasis data bakal jadi standar baru.

Bisnis yang masih ngandelin cara manual akan kalah cepat.
Bayangin, kompetitor kamu udah pakai sistem order otomatis, laporan keuangan digital, dan strategi iklan berbasis analitik — sementara kamu masih pakai catatan buku dan iklan dari mulut ke mulut.

Nah, di sinilah Axeel Technology bantu bisnis lokal di Surakarta untuk upgrade.
Bukan cuma bikin website, tapi juga bikin sistem digital yang terintegrasi, dari penjualan, absensi, stok, sampai promosi online.

 

5. Solo: Kota Kreatif, tapi Perlu Digitalisasi yang Serius

Solo dikenal dengan kreativitasnya — banyak seniman, desainer, pebisnis muda, dan pelaku UMKM keren. Tapi masalahnya, banyak dari mereka yang belum punya fondasi digital kuat.

Contohnya:

  • Banyak brand fashion keren tapi belum punya website sendiri.
  • Banyak kafe hits tapi belum muncul di Google Maps.
  • Banyak jasa profesional tapi belum punya company profile digital.

Padahal, semuanya bisa dioptimalkan dengan strategi digital yang tepat.
Axeel Technology, sebagai digital partner lokal, udah bantu banyak bisnis di Solo buat bikin tampilan digital yang profesional dan konsisten.

Mulai dari:

  • Pembuatan website dan e-commerce profesional
  • Brand identity dan desain digital
  • Digital marketing lewat SEO dan iklan sosial media
  • Pengembangan sistem internal (ERP, kasir, absensi, laporan)

Dengan begitu, bisnis lokal Solo bisa bersaing sejajar sama brand besar dari kota lain.

 

6. Analisis Peluang Digitalisasi di Surakarta

Kalau dilihat dari data dan tren lokal, peluang digitalisasi bisnis di Surakarta masih sangat besar.

Beberapa sektor paling potensial di 2025 antara lain:

  1. Kuliner & Cafe – Tren kuliner Solo makin hype, apalagi dengan konsep “Instagramable”.
  2. Fashion & Craft – Produk lokal punya nilai tinggi, apalagi batik dan handmade goods.
  3. Jasa Pendidikan & Kursus Online – Banyak generasi muda Solo yang ingin upgrade skill digital.
  4. Properti & Event Organizer – Permintaan konten dan website profesional meningkat.
  5. Lembaga Sosial & Komunitas – Mulai beralih ke sistem donasi digital dan website interaktif.

Jadi, apapun jenis bisnis kamu, digitalisasi bisa diterapkan sesuai kebutuhan.
Nggak harus langsung besar — bisa mulai kecil, tapi strategis.

 

7. Tantangan Digitalisasi di Solo

Walau potensinya besar, masih ada beberapa tantangan:

  • Kurangnya edukasi digital. Banyak pelaku UMKM belum paham manfaat website dan SEO.
  • Anggapan digital itu mahal. Padahal, ada banyak solusi efisien sesuai skala bisnis.
  • Kurangnya strategi konten. Banyak bisnis punya akun media sosial, tapi nggak tahu cara mengelolanya biar efektif.

Makanya, perlu mitra digital yang bukan cuma “buatkan”, tapi juga mendidik dan membimbing  kayak yang dilakukan Axeel Technology.

 

8. Solusi: Kolaborasi dengan Partner Digital Lokal

Banyak bisnis gagal go digital karena salah pilih partner. Mereka fokus ke hasil cepat, tapi lupa fondasi branding dan sistem jangka panjang.

Axeel Technology hadir dengan konsep “Digital Partner, Not Just Vendor.”
Artinya, mereka nggak cuma jual jasa, tapi ikut bantu bisnis kamu tumbuh dari tahap awal sampai siap bersaing.

Contohnya:

  • Bisnis kecil bisa mulai dari website landing page murah tapi profesional.
  • Lanjut ke digital marketing buat promosi organik.
  • Setelah stabil, bisa dikembangkan ke sistem ERP atau aplikasi custom.

Langkahnya realistis, tapi berdampak.

 

9. Apa yang Akan Terjadi Kalau Nggak Go Digital?

Jujur aja, bisnis yang menolak digitalisasi di 2025 bakal sulit bertahan.
Bukan karena produknya jelek, tapi karena orang nggak tahu kamu ada.

  • Pelanggan bakal lari ke brand yang mudah ditemukan online.
  • Kompetitor yang udah digital bakal kelihatan lebih kredibel.
  • Dan kamu bakal ketinggalan insight penting tentang perilaku pasar.

Go digital bukan sekadar ikut tren, tapi investasi masa depan bisnis.

 

10. Penutup: Waktunya Solo Naik Level

Surakarta punya potensi besar — kreativitas, sumber daya muda, dan semangat bisnis lokal yang kuat. Tapi potensi itu nggak akan maksimal kalau nggak dipadukan dengan teknologi dan strategi digital yang matang.

Axeel Technology hadir buat bantu mewujudkan itu. Dari Solo, untuk Solo, dan untuk Indonesia.
Dengan kombinasi antara kreativitas, data, dan sistem yang efisien, Axeel bantu bisnis lokal naik kelas ke level nasional dan bahkan internasional.

Tahun 2025 bukan waktunya nunggu.
Sekarang saatnya kamu go digital bareng Axeel Technology, biar bisnis kamu nggak cuma bertahan — tapi juga bersinar di dunia digital.