Kalau kamu sudah ngoptimasi Google My Business (GMB), langkah berikutnya yang jauh lebih penting adalah belajar baca datanya. Banyak bisnis lokal di Surakarta cuma upload foto, isi jam buka, dan biarin akun GMB jalan sendiri. Padahal, insight dari GMB justru bisa ngasih gambaran jelas soal bagaimana calon pelanggan menemukan bisnismu, aktivitas mereka, sampai potensi penjualan yang bisa dioptimalkan.
Artikel ini bakal ngebahas gimana cara baca Google My Business Insight buat bantu bisnis lokal di Surakarta naik penjualan secara signifikan. Bahasa santai, gaya Gen Z, tapi tetap mendalam dan actionable.
Apa Itu Google My Business Insight?
GMB Insight adalah fitur analitik bawaan dari Google yang ngasih data lengkap soal:
- Bagaimana orang menemukan bisnis kamu.
- Apa kata kunci yang mereka pakai.
- Aktivitas apa yang mereka lakukan setelah menemukan profil kamu.
- Performa foto, postingan, hingga interaksi telepon.
Buat bisnis lokal, data ini ibarat peta harta karun. Kalau kamu ngerti cara bacanya, kamu bisa buka peluang penjualan yang nggak keliatan dari permukaan.
1. Jenis Penelusuran: Direct, Discovery, dan Branded
Ini bagian paling dasar dan wajib kamu pahami.
Direct Search
Ini ketika orang nyari nama bisnismu langsung.
Contoh: “Axeel Technology Surakarta.”
Artinya brand kamu sudah dikenal.
Jika Direct tinggi:
- Brand awareness kamu bagus.
- Penjualan bisa ditingkatkan lewat promo dan lead magnet.
Jika Direct kecil:
- Brand kamu belum dikenal.
- Kamu perlu tingkatkan aktivitas branding dan SEO lokal.
Discovery Search
Ini saat orang nemuin kamu lewat kategori atau produk.
Contoh:
- “digital marketing solo”
- “jasa branding surakarta”
- “toko baju dekat sini”
Kalau angka Discovery besar, bagus. Artinya GMB kamu ranking di kata kunci lokal yang dicari banyak orang.
Branded Search
Ini pencarian nama brand besar yang masih relevan dengan kategori bisnismu.
Contoh:
- “jasa facebook ads”
- “jasa desain grafis solo”
Branded Search tinggi menandakan:
- Kamu ada di pasar yang sehat.
- Kompetitor kuat.
- Kamu perlu strategi diferensiasi.
2. Customer Actions: Apa yang Orang Lakukan Setelah Menemukan Kamu
Insight ini sering disepelekan, padahal inilah indikator paling nyata soal minat beli.
Google mencatat tiga hal:
- Visit Website
- Call
- Direction Request
Visit Website
Kalau banyak orang klik ke website:
- Landing page kamu harus dirapikan.
- CTA harus jelas.
- Jangan sampai pengunjung datang tapi bingung harus ngapain.
Call
Kalau banyak telepon masuk dari GMB:
- Pastikan nomor aktif dan selalu diangkat.
- Tim CS harus cepat, sopan, dan informatif.
- Ini sudah termasuk hot leads.
Telepon adalah sinyal kuat bahwa mereka siap transaksi.
Direction Request
Buat bisnis fisik seperti:
- kafe
- barbershop
- bengkel
- toko pakaian
Request direction artinya mereka mau mampir langsung.
Kalau angka ini tinggi tapi penjualan malah kecil, berarti:
- Lokasi kurang mudah ditemukan.
- Foto atau review kurang meyakinkan.
- Informasi jalan tidak jelas.
Kamu bisa update foto arah lokasi, ulasan, atau menambah rambu kecil di jalan.
3. Map View vs Search View
Google My Business Insights menunjukkan berapa banyak orang melihat bisnis kamu lewat Maps dan lewat pencarian Google biasa.
Search View
Ini muncul ketika orang mencari:
- “digital marketing Surakarta”
- “tempat makan murah solo”
Jika Search View lebih tinggi:
- Konten GMB kamu sudah SEO-friendly.
- Kamu bisa maksimalkan postingan dan deskripsi.
Map View
Jika Map View lebih tinggi:
- Lokasimu strategis.
- Banyak orang mencari sesuatu dengan konteks “terdekat”.
Bisnis yang mengandalkan area sekitar akan sangat diuntungkan:
- laundry
- bengkel motor
- tempat fotocopy
- coffee shop
Kalau Map View kamu rendah, berarti GMB kamu tidak muncul dalam pencarian radius lokal. Kamu perlu optimasi ulang kategori bisnis dan tingkatkan review.
4. Performance Foto: Seberapa Menarik Visual Kamu
Foto di Google Maps punya efek besar ke CTR dan keputusan orang untuk mampir.
Di insight, kamu bisa lihat:
- Foto kamu ditonton berapa kali.
- Foto kompetitor ditonton berapa kali.
Kalau foto kamu performanya rendah dibanding kompetitor:
- Berarti visual kamu kurang menarik.
- Foto tidak relevan dengan layanan.
- Kualitas foto rendah atau gelap.
Solusi:
- Upload foto baru minimal 3x seminggu.
- Gunakan foto aktivitas nyata.
- Tambahkan video singkat 10 detik yang memberi gambaran nyata bisnis kamu.
Bisnis kuliner, coffee shop, jasa kreatif, dan agensi akan sangat terbantu dari visual GMB yang konsisten.
5. Popular Times dan Jam Sibuk
Insight ini ngasih tahu jam berapa bisnis kamu paling ramai. Cocok buat:
- atur jadwal staf,
- buka dan tutup lebih strategis,
- pasang promo khusus jam sepi.
Misalnya:
- Coffee shop rame jam 16.00–19.00.
- Jasa servis AC rame pagi hari.
Jika kamu tahu pola ini, kamu bisa:
- Menambah personel di jam sibuk.
- Membuat promo “happy hour”.
- Menempatkan iklan Google Ads di jam yang relevan.
Axeel Technology sering pakai data ini untuk menentukan waktu paling efektif pasang iklan lokal.
6. Keyword Apa Saja yang Membawa Orang Menemukan Kamu
Ini bagian paling penting buat SEO lokal.
Insight akan memberi data kata kunci paling banyak membawa pencarian ke GMB kamu.
Contoh (untuk digital agency):
- “jasa iklan solo”
- “digital marketing surakarta”
- “jasa desain grafis”
Kalau keyword sudah relevan dengan layanan, kamu tinggal tingkatkan postingan.
Kalau tidak relevan, berarti ada masalah pada:
- kategori bisnis
- deskripsi
- konten yang kamu upload
Kamu harus pastikan keyword yang keluar sejalan dengan bisnis kamu.
Jika kamu butuh analisis mendalam dengan mapping keyword lokal, Axeel Technology punya toolkit dan metode untuk ngebaca data ini secara tepat.
7. Lacak Growth Setiap Bulan
Insight bukan untuk dilihat sekali, tapi untuk dievaluasi setiap bulan.
Kamu perlu pantau:
- Trend naik/turun kunjungan
- Jumlah telepon
- Jumlah klik website
- Jumlah review
Kalau tiba-tiba turun, bisa jadi:
- Algoritma Google berubah
- Banyak kompetitor baru masuk
- Foto dan postingan kurang update
- Review baru sedikit
- Engagement lemah
Kamu harus cepat revisi strategi biar tidak tenggelam di hasil pencarian.
Tim Axeel Technology biasanya membuat laporan bulanan untuk klien berisi grafik GMB Growth, analisis keyword, dan rekomendasi strategi.
8. Gunakan Insight untuk Mengoptimalkan Penjualan
Setelah kamu bisa baca insight, langkah berikutnya adalah menerjemahkannya menjadi strategi penjualan nyata.
Jika Visit Website tinggi tapi order sedikit
Perbaiki landing page:
- Tambah CTA
- Perbaiki visual
- Perpendek tulisan yang membingungkan
Jika Direction Request tinggi tapi pengunjung sedikit
Perbaiki:
- Foto lokasi
- Ulasan pelanggan
- Akses penunjuk jalan
Jika Map View rendah
Optimasi:
- Deskripsi bisnis
- Kategori bisnis
- Frekuensi posting
Jika Call tinggi tapi closing rendah
Tingkatkan skill CS:
- fast response
- skrip closing
- review jawaban umum
Insight tanpa aksi hanya jadi angka. Insight dengan eksekusi bisa jadi mesin penjualan.
Insight GMB adalah Senjata Penjualan Bisnis Lokal
Google My Business Insight adalah salah satu data paling kuat untuk memahami perilaku pelanggan lokal.
Data ini membantu kamu melihat pola, mengukur kinerja, dan menyusun strategi yang lebih tepat.
Bisnis di Surakarta yang mau serius menang di persaingan lokal harus belajar membaca insight ini.
Kalau data GMB dibaca dengan benar, kamu bisa:
- meningkatkan visibilitas lokal,
- menambah trafik toko,
- meningkatkan telepon masuk,
- memperbesar potensi closing.
Dan kalau kamu merasa data GMB itu rumit atau tidak tahu mulai dari mana, Axeel Technology Surakarta siap bantu audit, optimasi, dan membaca insight secara mendalam supaya bisnis kamu bisa tumbuh maksimal lewat strategi digital yang terbukti.